Delapan tahun yang lalu, aku adalah remaja yang masih mencari misteri diri. Siapa aku ingin menjadi? Siapa aku ingin seperti? Berkembang dari rasa penasaran yang diciptakan lingkungan, aku menerka sendiri dan ingin mewujudkan sendiri keinginan dan masa depan. Tapi seperti yang kita tahu, realita kan berjalan tak sesuka hati kita.
Aku dulu nyoba berbagai macam kegiatan untuk nyari tahu apa sebenarnya hal yang aku bisa dan jago. Pernah dulu ikut latihan sepakbola sampe gabung SSB, tapi setelah beberapa waktu aku ngerasa kayaknya kakiku diciptain cuma buat jalan — paling mentok lari lah — gak buat nendang bola. Pernah juga tuh gabung latihan bela diri di beberapa tempat dengan cabang bela diri yang berbeda pula, dan jelang beberapa lama pun akhirnya mutusin kalo untuk olahraga kaya gitu sepertinya bukan saya orangnya. Setelah itu beralih dan nyoba jadi produser musik yang awalnya waktu itu beberapa teman main-main gituan, akhirnya ngikut deh. Dan endingnya seperti yang bisa kalian tebak.. Saya tidak bakat...
Di masa itu aku ingat dulu sering banget main di warnet. Pertama kali ke warnet itu untuk bikin tugas sekolah, tapi pelan-pelan aku nemuin kalo di internet tuh kita bisa jelajahin banyak banget hal di dunia ini. Itu adalah momen aku sadar kalo dunia itu luas banget. Banyak banget hal yang tersimpan dibalik search bar, tinggal kita aja mau cari apa. Tapi ya namanya juga anak kecil kan, pasti yang di-googling tuh hal-hal yang gak jauh dari 'cheat GTA', 'tutorial bikin unlimited gold di COC', 'tutorial bikin motor dari korek gas', etc.
Suatu waktu ketika aku lagi nyari 'tutorial bikin musik DJ di FL Studio' aku nemu satu thumbnail di youtube. Di situ ada gambar orang pake topeng terus ada tampilan layar komputer dengan background hitam dengan tulisan gak jelas warna hijau yang keliatannya keren abis — lupa persis judulnya apa, tapi intinya ada kata 'ngehack' apa gitu. Dari situlah aku kenalan dengan kata HACKING. Dan dari situlah aku ngerasa.. This is my world.. anjay...
Setelah itu aku cari tahu lebih lanjut, searching lebih jauh lagi, dan nyoba-nyoba praktekin beberapa hal kayak bikin virus di windows lah, download software Trojan Generator lah, dll. Aku baca banyak artikel tentang hacking, belajar linux dan hal-hal basic kayak orang belajar hacking pada umumnya lah. Lalu aku nemu di facebook tu banyak ternyata grup dan komunitas tentang hacking-hacking gitu. Aku coba lah cari tahu, ada gak ya komunitas kayak gitu di Ternate, dan akhirnya nemu ada yang namanya Zona IT Ternate [ZIT], tapi belum berani gabung waktu itu — karena apalah daya saya yang masih bocil yekan.
Aku liat di facebook mereka tu aktif banget. Mereka punya annually event yang namanya ZITCON (ZIT Conference) yang di dalam kepalaku ZITCON nih pasti event yang isinya pasti hal-hal yang aku harus liat — gak tahu persis apa, tapi aku harus liat. Mereka juga punya Distro Linux sendiri, namanya codernate which is itu keren banget, gila, based on Arch lagi. Intinya aku membayangkan ZIT adalah tempat di mana aku bisa nemuin orang-orang yang selama ini aku cari, mereka tuh pasti 0.00001% populasi di Ternate yang punya pikiran yang sama sepertiku. Dan akhirnya aku mutusin, dalam perjalanan hidupku aku harus gabung komunitas mereka.. Zona IT Ternate.. ZIT...
Long story short empat tahun kemudian takdir mempertemukanku dengan komunitas itu, komunitas yang dalam empat tahun terakhir aku punya ekspektasi tinggi tentangnya, yang aku ngerasa bisa berkembang di sana. Aku ingat banget momen pertama kali aku gabung ZIT, kala itu mereka sedang ngadain event mingguan, namanya D'ZIT (Demonstrasi ZIT), adalah pertemuan mingguan di mana setiap member akan ngasih materi dan presentasi secara bergantian — per setiap minggunya — sesuai judul yang sudah dijadwalkan sebelumnya. Itu adalah pengalaman pertamaku duduk di antara sesama pecinta IT dengan motivasi yang sama, yang mana gak pernah aku alamin sebelumnya. Situasi itulah yang aku inginkan selama ini. Dan ya, ekspektasiku yang tinggi akhirnya terpenuhi.
ZIT adalah tempat aku ketemu orang-orang dengan latar belakang yang seringkali berseberangan dengan latar depannya. Isi kepalaku empat tahun lalu bahwa ZIT adalah tempat yang aku cari selama ini ternyata bukan hal yang berlebihan. Dalam kurun waktu dua pertemuan aja, aku udah ngerasa berkembang jauh. Sampai suatu saat aku dikasih kesempatan buat jadi pemateri di DZIT — yang waktu itu dilaksanakan secara online — aku belajar banyak banget hal, mulai dari ngelatih gimana caranya nyusun materi yang baik biar mudah dimengerti sampe belajar public speaking biar materi yang disusun bisa sampai ke audience.
Tepat saat ini, 18 Februari 2025, adalah tahun ke-4 aku menjadi bagian dari ZIT. Senang rasanya dalam perjalanan hidupku bisa didampingi oleh ZIT, menjadi bagian dari 0.00001% itu. Begitu juga dengan rasa bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan ZIT yang panjang — udah 1 dekade lebih cuy — sejak 2012. Aku belajar banyak dari perjalanan panjang ZIT yang dihiasi oleh karya, inovasi, pengalaman dan cita-cita besar. Aku ngeliat ZIT sebagai komunitas yang ingin menjadi matahari, sebagai sumber energi utama untuk perkembangan peradaban semesta yang mengelilinginya, sebagai pusat tata surya teknologi informasi di Maluku Utara.
Tak heran mengingat kalimat sakral dari komunitas ini adalah:
"Dari Timur Indonesia, Menuju Luar Angkasa!"
Aku akhirnya melihat ini sebagai fondasi untuk membangun visiku sendiri, visi yang besar nan berdampak, visi yang menurutku harusnya dimiliki oleh 0.00001% populasi itu.
Di bab ini kita tunggu saja kelanjutannya seperti apa...
Untuk saat ini, Keep LEARN—EXPLORE—ACTION—SHARE.